Assalamualaikum dan salam sodara utk sekian kalinya balik lagi di blog gw sih awam,,,di blog kali ini gw akan membagikan kisah gw selama mau melakukan pendakian di gunung batur di pulau dewata yaitu kota bali guys,,,,
Sebenarnya pendakian gunung batur yg ada di kota bali ini adalah pendakian yg gk aku bayangkan dan gk pikirkan sama skali tpi karena gw kebetulan waktu itu berada di kota bali selama beberapa hari jdi kenapa gk aku lakukan pendakian tersebut guys hitung2 sebagai tambahan koleksi gw jga kan hehehehe,,
Gunung batur tersebut berada di kota bangli bali dengan memiliki ketinggian mencapai 1700 mdpl, di sebelah gunung batur terdapat sebuah danau yg indah yg mana sebagai view tambahan dan favorit setelah melakukan pendakian gunung batur tersebut. Untuk berburu sunrise gunung batur ini sangat menjadi favorit utk kalangan pemburu sunrise tersebut, gunung batur ini termasuk gunung hutan gundul yg mana jika kita melihat dari kaki gunung ini kita dapat melihat dengan jelas medan dan trek gunungnya dan jika kita berada di atas gunung batur kita dapat melihat pandangan dari bawah dengan jelas itupun klo gk rabun kaya gw sih guys, klo klian melihat dari atas gunung klian bisa melihat danau, perumahan, persawahan, dan pura terdekat yg berada di kaki gunung batur ini.
Sebenarnya gw bukan melakukan pendakian gunung batur ini tpi ke gunung batukaru di daerah yg sama namun karena beberapa alasan lain dan ada kejadian gk terduga akhirnya gw mendaki gunung batur aja yg blum membaca blog gw tentang bali journey silahkan baca aja dulu sekalian gw promosi lagi guys hehehe,,,
Gw ke daerah bangli utk mendaki gunung batur menggunakan motor dari tmn gw milik tmn nya lagi klian paham kan maksud gw gyus hehehe,, intinya itu mtr punya tmn gw tmnnya lagi hehehe blibet ya guys maaf ya, sebelumnya gw udah ajak tmn aku utk mendaki bersama-sama di gunung batur Cuma dia pikir dia gk akan sanggup utk mendaki gunung mengingat dia adalah perokok berat dan merasa sadar diri nafasnya yg ngos-ngosan guys padahal gw juga sih nafas ngos-ngosan dan jalannya santai2 aja bahkan sering berhenti malahan dan gw juga udah rayu2 dia tpi krn dia tetep dengan pendiriannya jdi gw pikir ya udah daripada maksain sesuatu yg gk di mau di lakukan malah nnti kena masalah yg ada.
Gw mendaki gunung batur gk nginep krn emang gw ke bali gk bawah alat2 pendakian yg lengkap jdi gw mendaki gunung baturnya tektok an guys eits bukan tiktok loh guys tpi Tektok masa iya gw mau tiktok di gunung, walaupun gw org konyol tpi gk sekonyol itu jga loh guys. Tektok adalah salah satu istilah yg sering di gunakan oleh para pendaki utk mendakinya dalam waktu yg singkat artinya saat mendaki hari ini maka pulangnya hari ini juga misal ni gw mendaki jam 8 pagi jadi gw pulangnya antara siang atau sore nnti dan gk nginep loh guys. Biasanya yg sering tektok an ini hanya di gunung2 yg ketinggiannya gk mencapai kurang lebih 2000 mdpl aja dan hanya ingin sekedar menikmati alam dalam waktu yg singkat aja karena habis di terpa banyak masalah oleh kesehariannya kayanya hehehehe,,,,
Dan tektok juga sangat di sarankan bagi orang2 atau para pendaki yg takut menginep di hutan alam liar atau di gunung tpi tetep mau merasakan kenikmatan alam liar, karena mendaki gunungnya dengan cara tektok otomatis barang bawaan gk terlalu banyak seperti para pendaki yg mau nginep maka waktu dan kecepatan langkah akan relatif lebih cepat dari biasanya. Jadi yg mau tektok an paling gk barang bawaannya hanya keperluan yg di perlukan pada saat itu juga, biasanya ni utk bagi org yg tektok mereka hanya membawa beberapa makanan aja utk bekal sesaat di perjalanan mendaki nnti dan juga 1 atau 2 minuman kemasan botol guys masa iya bawah makanan gk bawah minuman yg ada serek nnti itu tenggorokan seperti org abis kluar dari padang pasir aja hehehe,,,,
Gw ke gunung baturnya sendiri aja dan gk di temani tmn gw krn pada saat itu dia sedang ada urusan yg lain yg gk memungkinkan utk mengantarku dan juga beberapa alasan yg telah gw katakan sebelumnya, jadi utk gk merepotkan tmn gw maka dari itu gw berangkatnya solo doang dengan mengandalkan teknologi gps tentunya. Gw emang gk ragu dengan sih teknologi gps ini selama paketan internet gw masih dalam keadaan yg stabil guys dan gw juga udah sering malahan jalan soloan dengan mengandalkan dan memanfaatkan teknologi gps ini toh nnti jika gw tersesat di jalan baru gw mengandalkan ingatan dan mulut gw utk bertanya ke orang2, Selama gw gk tersesat di hutan jdi gw slow2 aja dan gk perlu takut. Berbicara soal tersesat emang sih gw pernah tersesat di jalan karena sih teknologi gps ini dan saat itu gw tersesatnya krn mau nganterin proposal pkl gw di daerah probolinggo dan gw juga tersesatnya gk jauh2 dari kota juga yg lucunya sih teknologi gps ini ngarain gw ke ujung persawahan dan itu udah buntuh jadi mau gk mau gw balik tpi tetep aja gw berhasil ke tempat yg gw tuju loh guys walaupun lumayan lama dari waktu yg seharusnya sih hehehe,,,
Emang sih kita boleh aja mengandalkan dan memanfaatkan teknologi yg ada tpi kita gk boleh trus-trusan mengandalkan apalagi menggantungkan sepenuhnya ke teknologi karena teknologi hanyalah sebuah teknologi apalagi teknologi tersebut di buat dan di kembangkan oleh kita manusia yg mana pasti mempunyai keterbatasan dan kesalahan tentunya, lagipula kita telah di anugerahkan oleh sesuatu yg sangat penting yg mana sesuatu itu sangatlah manjur dan gk repot2 amat yaitu mulut dan otak kita utk slalu dipakai dalam kondisi seperti itu dan mulut serta otak kita sangat berguna dalam keadaan tersebut seperti sebuah pribahasa yg sangat sederhana dan fenomenal itu yaitu “malu bertanya tersesat dijalan” pribahasa ini bukanlah suatu kebetulan semata yg mana pribahasa tersebut tak perlu di tanya lagi soal eksistensinya loh guys bukankah klian juga setuju dengan hal ini kan.
Gw waktu itu berangkat dari kosan tmn gw sekitar jam 5 an pagi, karena gw blum ada sama skali sarapan jdi gw mikirnya nnti beli gorengan aja di jalan dan simpan beberapa gorengan tersebut utk bekal di atas gunung nnti. Bagi gw gorengan udahlah lebih dari cukup utk menemani perjalanan pendakian gw nnti dan itu juga sangat penting bagi gw karena bisa meminimalkan pengeluaranku jadi finansial gw bisa bertahan dalam waktu yg gw prediksi guys hehehe, ya emang sih utk mau melakukan pendakian haruslah diutamakan makan makanan yg seharusnya tanpa harus memikirkan keadaan finansial krn nnti bisa merugikan keadaan dan kesehatan tubuh seseorang tpi bagi gw itu masih tergantung dari setiap orang lgi krn selama orang tersebut paham dan tau betul soal kondisi perut dan kesehatannya dan baginya jika gk ada masalah dengan hal seperti itu jdi gk perlu ada yg di khawatirkan guys selama itu membuat klian nyaman.
Gunung batur berada di daerah bangli kota bali yg mana posisi gunung tersebut jauh dari pusat keramaian dan berada di pertengahan perkampungan dan pedesaan guys, karena gw jalannya pagi2 skali jadi kondisi jalanan pada saat itu sangatlah sepi menyepi dan matahari nongolnya masih malu2 juga seperti seorang perempuan yg mau di ajak kenalan malunya sangat malu malah malu-maluin deh hehehehe,,,,kerana mataharinya nongol seperti itu otomatis atmosfir sekitar masih dingin bahkan dingin banget pada saat itu dan kabut emang ada walaupun gk tebal2 amat tpi setidaknya dari kabut tersebut udah bikin seluruh badan gw gemetaran kedinginan bukan gemetaran karena takut loh guys dan dari kabut tersebut gw juga merasa bahwa sang kabut tersebut sedang menyapa gw seraya ingin berkata “selamat datang” ke gw guys.
Untuk lama perjalanan ke bangli gunung batur memakan waktu kurang lebih 1 jam lewat 30 menit an, setelah duduk di mtr dengan waktu yg lumayan gw akhirnya sampai di bawah kaki gunung batur. Kemudian gw langsung makirin mtr trus ke pos perizinannya namun karena pos perizinan tersebut msih kosong dan gk ada org gw los-los aja dan langsung jalan. Di bawah kaki gunung batur terdapat sebuah pura yg bru sedang di bangun dan cukup besar pura, mungkin klo utk sekarang pura itu udah jadi kayanya karena gw ke gunung batur 2019 yg lalu. Ini adalah kedua kalinya gw melihat pura yg berada di bawah kaki gunung dan yg pertama adalah gw melihat pura yg berada di kaki gunung bromo malang dan tentu aja yg kedua adalah gunung batur ini, sekilas dari pandangan gw pura tersebut mirip2 sih dengan pura yg berada di gunung bromo dengan corak yg menurut gw agak mirip juga. Pura yg berada di gunung bromo tersebut sebagai upacara keagamaan umat hindu khususnya suku tengger dan suku tengger yg berada di kawasan gunung bromo tersebut adalah imigran dari orang2 suku tengger dari bali jdi gw gk kaget kenapa pura yg berada di kawasan gunung bromo dan gunung batur bali mirip.
Waktu yg di butuhkan utk mendaki gunung batur ini memakan waktu yg gk lama dan 1 jam itu waktu yg paling maksimal utk mendaki gunung batur ini, karena kita ketahui bahwa emang utk melakukan pendakian ke sebuah gunung itu adalah relatif dan tergantung kondisi fisik masing2 dari tiap orang yg mendaki. Berat bawaan dan badan kita berbanding lurus dengan lama pendakian semakin berat kita atapun barang bawaan maka semakin lama waktu yg dibutuhkan, lagian mendaki adalah bukan menjadi sebuah ajang cepat2 karena nnti bisa menjadi sebuah masalah yg besar dan resiko yg besar juga tentunya. Selama mendaki kita hendaklah bersabar dengan sebuah proses yg ada agar pada saat kita berada di posisi puncak nnti kita bisa merasakan kenikmatan dan perasaan itu ya itu adalah sebuah perasaan yg sangat menghargai sebuah proses dan kenikmatan yg hanya kita bisa rasakan saat itu juga.
Kita mendaki gunung bukan menjadi sebuah keterpaksaan keadaan yg mana kita mendaki gunung adalah sebuah kebutuhan kita sebagai makhluk yg sadar akan kekurangan kita dalam melihat dan belajar dari berbagai macam hal, alam slalu menyediakan kebutuhan yg kita perlukan tanpa kita ketahui dan tanpa kita sadari, alam slalu menjadi tempat sandaran utk menaruh lelah dan pilu kita dalam menyikapi keadaan kita sehari-hari, alam slalu menjadi tempat pembelajaran kita guna lebih memahami dan mengetahui apa yg perlu seharusnya kita ketahui dan pahami, alam slalu menjadi faktor utama dalam berbagai kebutuhan dan di luar kebutuhan sehari-hari kita dan udah sepatutnya kita menaruh rasa kebutuhan kita terhadap alam yg telah berjasa secara nyata entah itu sadar atau gk kita sadari maka dari itu kita harus lebih menghormati dan menghargai alam dengan cara menjaga sikap dan etika kita terhadap alam.
Sewaktu gw mendaki gunung batur hanya gw lah yg mendaki naik pada saat itu dan hampir semua para pendaki lainnya udah turun atau sedang mau turun juga, nah selama gw berpapasan dengan para pendaki lainnya itu hampir rata-ratanya adalah pengunjung asing yaitu selain orang indo guys orang indo emang ada tpi hanya beberapa doang itupun mereka sebagai guide dari para pengunjung asing tersebut, ya emang sih utk seukuran bali jdi gk perlu di kagetkan lagi karena ini bali loh bukan di tempat atau kota lain. dari pengunjung asing tersebut yg gw perhatikan itu lebih banyak dari orang2 dri negeri timur tengah utk yg eropa waktu itu hanya dari negeri kanguru aja yaitu australia gw tau dari australia karena waktu itu gw berpapasan langsung dan mengobrol kilat aja jadi sekalian gw nanyain asal mereka jadi gw tau deh klo mereka dari negeri kanguru guys utk yg pengunjung dari negeri timur tengah emang gw gk ngobrol tpi gw taunya sekilas dari warna kulit dan raut muka yg ikonik skali khas negeri timur tengah guys gw bukannya mau sok tau tpi emang orang2 dari negeri timur tengah memiliki mimik wajah yg khas akan negeri ketimurannya guys klian paham kan maksud gw guys hehehe,,,
Nah selama gw mendaki ada kejadian gk terduga guys dan kejadian gk terduga tersebut adalah gw nemuin hp merek ipon, gw pikir ini pasti milik dari para pengunjung yg udah pada turun tadi karena sekilas gw ngelihat walpapernya dan walpapernya ada foto orang asing, pikiran utk mengambil hp tersebut jadi milik gw jujur emang gk ada sama skali di kepala gw dan benak gw yg ada gw pikirnya pokoknya ini hp gw harus titip ke orang yg mau turun nnti utk segera menginformasikan ada kejatuhan hp di medan gunung ini daripada gw cape2 turun ke bawah lgi yg mana itu juga membutuhkan tenaga lgi utk turun jdi ya gw titipin aja jika ada yg mau turun nnti dan alhamdulillah ada pengunjung yg mau jalan turun saat itu jdi gw titip aja itu hp ke orang yg mau tururn itu. Utk jujur atau gk orang yg bawah turun itu hp gw gk terlalu memikirkannya yg penting gw pribadi udah jujur selebihnya itu bukan urusan gw jika orang tersebut mau jujur ya gw alhamdulillah karena udah ngelakuin tindakan dan sikap yg seharusnya yg dilakukan sebagai manusia tpi klo orang tersebut gk jujur ya apa boleh buat toh jika ada balasan atau ganjaran yg diterima itu juga bukan gw karena gw udah melakukan hal yg seharusnya gw lakuin tpi ke orang yg gk jujur tersebut yg telah menyalah gunakan sesuatu yg harus di haruskan olehnya.
Sebenarnya menurut gw pribadi alam sedang menguji kejujuran gw dan sikap gw sebagai manusia entah itu gw sadar atau gk itulah yg gw rasakan pada saat itu juga guys karena gw pikir dari sekian banyak orang yg turun tdi kenapa harus gw yg nemuin dan bukan mereka para pengunjung tersebut padahal itu hp posisinya sangat jelas utk bisa dilihat dari posisi orang yg mau turun, menurut gw pribadi gw harus lebih berhati-hati lgi dengan segala yg terjadi selama gw berada di posisi tersebut karena kejadian ini bisa aja menjadi celaka bagi gw jika gw gk jujur dengan sikap yg seharusnya dan bisa menjadi sebuah resiko yg sangat besar nntinya ke gw karena gw pikir apapun yg telah kita lakukan baik itu sengaja atau gk sengaja, baik itu gw sadar atau gk sadar pasti akan kena dampaknya baik itu lambat maupun cepat apalagi kejadian ini bagi gw sangat lah jelas jdi gw gk mau nyari2 masalah dengan kebodohan dan kecerobohan yg gw lakukan sendiri.
Guys selama klian berada di alam bebas klian harus berhati-hati dan klian harus menjaga mulai dari kelakuan, tindakan, sikap dan cara klian memperlakukan alam ini karena ini adalah alam yg mana apa yg kita lakukan, apa yg kita kerjakan dan apa yg kita perbuat akan slalu berdampak ke kita dan segala sesuatu slalu memiliki konsekuensi yg nyata karena kita hidup dimana segala sesuatu itu udah di dalam perencanaan yg besar dan keberlakuan hukum alam atau hukum rimba itu nyata adanya dan gw berharap klian gk meremehkan hukum alam ini apalagi mencederai logikanya karena hal yg setimpal akan klian dapatkan dalam waktu dekat atau lambat, dan itu semua udah di atur dan di rancang oleh sang realitas tertinggi dan kita semua selaku manusia yg diciptakannya tak bisa lari dari hal itu yaitu lari dari hasil perbuatan kita sendiri itu benar2 gk mungkin guys.
Setelah dengan asyik mengutarakan opini gw tentang sesuatu hal gw akhirnya sampai di atas puncak gunung batur dan di atas puncak ini hanya ada sekitar 5 orang aja termasuk gw, utk tulisan puncaknya terdapat di sebuah monumen batu atau tembok yg berdiri mengarah ke danau batur. Karena gw udah berada di atas puncak otomatos gw melakukan kebiasaan gw mulai dari ngerumpi, berimajinasi, halusinasi, berhayal, bersantai-santai gk jelas, berdebat dengan diri sendiri, melakukan hal2 konyol lainnya, dan tentunya kilat2 juga agar gw bisa menyimpan momen tersebut. Pemandangan danau batur dari atas puncak gunung sangatlah bagus dan indah utk dinikmati dan tentu aja sangat memanjakan mata kita, gw yg rabun aja masih bisa melihat dan menikmati serta merasa terindahkan dengan pemandang danau batur tersebut apalagi mereka yg matanya normal pasti bakalan wow banget deh. Karena puncak di barengi pemandangan danau sangatlah sedikit bahkan langkah kali menurut gw apalagi danaunya pas berada dekat di bawah kaki gunung tersebut jdi benar2 nikmat dah perasaannya seraya mata kita sedang melihat sesuatu yg gk akan atau mungkin nnti kita lihat lgi di tempat lain. Bali emang favorit banget jadi tempat destinasi atau kunjungan bagi mereka yg mau menikmati keindahan alam tentunya, panorama dan keindahan sekitar menjadi daya tarik tersendiri utk pulau dewata ini dan mungkin mereka yg telah datang dan berkunjung di bali emang gk ada bosen2nya utk trus datang begitupun dengan gw apalagi gw yg hanya beberapa hari aja di bali. Pemandangan gunung agung dari posisi gunung batur terlihat dengan jelas, gunung agung berdiri dengan begitu gagah dan sombongnya seraya ingin berkata “gw lah sang atap pulau dewata ini” . gw emang ada punya harapan utk nnti bisa menapakan jejak gw di gunung agung sang atap pulau dewata tersebut tpi klo utk sekarang atau beberapa bulan ke depan itu blum bisa terwujud karena gw ntar lagi masuk ke kegiatan yg sibuk2nya yg saking sibuknya mungkin gw bisa lupa jam makan gw yaitu kegiatan yg terkadang bisa membuat mahasiswa tersebut bisa dalam kondisi yg gk stabil2nya, yg kacau, depresi, dan bisa menghabiskan waktunya yg penuh dengan pikiran gk beraturan apalagi klo bukan “skripsian”.
Mungkin nnti gw ingin mengutarakan opini gw tentang skripsi di blog gw nnti karena menurut gw kegiatan mahasiswa tingkat akhir ini cukup bagus juga utk gw jadiin ulasan blog gw nntinya, karena kegiatan mahasiswa tingkat akhir ini memakan waktu yg terbilang lama jdi gw pikir kenapa gk gw angkat aja jadi ulasan blog gw dan sekalian nambah2 koleksi blog gw di website gw.
Setelah gw merasa udah cukup lama di atas puncak gw akhirnya milih turun dan balik ke kosan tmn aku lagian tmn gw udah bilangin gw utk gk berlama-lama kluar nnti ada apa2 lgi katanya, jdi gw harus ikuti dan hormati apa yg tmn gw sampaikan ke gw krn gw adalah tamunya otomatis gw gk mau ngerepotin tmn gw secara berlebihan tentunya. Gw pun turun ke bawah dengan keadaan yg seadanya, selepas turun gw langsung ke parkiran utk mengambil mtr dan langsung gas pulang no rem rem hehehe,,,,,,,
Ok guys gw rasa cerita gw tentang pendakian gunung batur ini udah cukup sampai sini aja jdi gw ngucapin trima kasih krn udah mau ikutin kisah dan crita gw guys. Pokoknya klian harus ikuti trus crita gw ya guys ya hitung2 utk menghilangkan kegabutan klian guys dan jangan bosan2 ya hehehehe,,,,,,,,,,
wassalam,,,,,,,,,,,,,,,
salam penikmat ketinggian,,,
salam pejalan sante,,,
salam lestari,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar