Minggu, 23 Februari 2020

cerita welirang yang mistis



Assalamualaikum sodara,,,,,,,,pada kesempatan kali ini gua akan bagiin cerita gua pada waktu ke gunung welirang yg berada di kota batu malang jatim,, walaupun kali ini gua gk nyampek puncaknya guys wkwkwkwkw,,,,,
          
  Ok sodara hari jumat-sabtu adalah hari libur kuliah bagi gua maka dari itu gua kagak nyia-nyiain waktu libur gua dengan planning yg seadanya utk ke gunung welirang yg berada di kota batu malang, kali ini gua hanya berduaan dengan teman ngampus gua dengan jurusan yg sama dan fakultas yg sama juga. Namanya adalah maksi yaitu org timur yg kocak wkwkwkwk,,, ini adalah kali pertamanya dia mendaki gunung tapi untuk status org yg pertama kali maksi adalah salah satu org yg nekat mungkin karena darah-darah timur maka kenekatan adalah hal yg biasa kali ya wkwkwkwkw. 

Jumat pagi hari jam 05:30 kami keluar dari kos dengan ditemani kabut-kabut gerimis simriwing, dengan modal motor matic putih biasa kita taklukan rasa penasaran kami tentang gunung welirang. Gunung welirang sendiri memiliki 2 tempat titik pendakian yaitu 1 tretes pandaan yang satu jalur juga dengan pendakian gunung arjuno dan kedua adalah cangar kota batu malang dimana ini adalah jalur yg kami lewati karena jalur yg paling deket sih, karena kami dari kos belum juga sarapan maka kami memutuskan utk sarapan di perjalanan sambil membeli barang yg belum dibeli wkwkwkw. Kami melewati cangar dimana pada pagi hari kota cangar cuacanya sangatlah dingin lumayan lah buat olahraga tulang dikit sebelum masuk ke hutannya gunung welirang, dan kami pun sampai di pos perizinan yg berada di desa brantas cangar. Kami pun menyelesaikan kelengkapan berkas-berkas yg seharusnya di kumpulkan ke masnya dan pada pada akhirnya registrasi selesai maka kami diarahkan ke tempat parkir perumahan warga yg berada pas jalur tracking ke pos 1 gunung welirang. 

Motor sudah di parkir kan dengan baik maka kami pun mengambil ancang-ancang utk tracking whussss,,,,,. Jalur menuju ke pos 1 adalah pemandang persawahan warga sekitar yg tak kalah indahnya lumayan lah utk cuci mata di pagi hari wkwkwkw. Posisi pos 1 berada di dalam hutan yg memakan waktu kurang lebih 30 menit an lah kira-kira dan di pos 1 ini kurang tepat utk mendirikan tenda nginap begitulah kira-kira menurutku , hutannya sangat lebat dan masih terjaga kondisinya begitulah kira-kira pengamatanku sewaktu menyusuri wilayahnya. Jarak dari pos 1 ke pos 2 itu memakan waktu lumayan agak lama jika dibandingkan yg sebelumnya soalnya gua lupa waktu yg tepatnya maka gua bilang gini aja hehehe maaf yaa guys. Pos 2 gunung welirang bisa dijadikan tempat menginap tapi mungkin hanya beberepa tenda aja karena tempatnya kurang luas  dan ikonik dari pos 2 adalah berupa batu besar ya gk besar-besar amat sih tapi seukuran dada orang dewasa lah kira-kira begitu guys, dan di atas batu besar itu ada sebuah ceret kecil. Nah gini guys gua bukannya ada maksud berpikiran apa-apa ya guys cuma kebanyakan orang pasti akan berpikiran hal yg sama pada gua karena ini ceret mengundang kita utk berpikir ya kalian pasti tau lah maksud gua apa ngomong gini guys, ini ceret berdiri tepat di atas batu dan tanpa ada rasa panik pun maka kami berdua ngajak ini ceret utk berfoto bersama dan bahkan kami jadikan background utk berfoto hahaahah begini lah kira-kira jika orang timur jika bertemu tempat yg bagus menurut kami maka kami tak tanggung-tanggung juga sih. Di pos 2 ini sembari mengambil beberapa gambar kami juga memilih utk beristirahat sejenak karena medan yg dari tempat parkir ke pos 1 dan ke pos 2 lumayan cukup keras apalagi kami sewaktu di pos 1 langsung lanjut perjalanan ke pos 2 karena begitulah perjanjiannya hehehe dan guys pemandangan di pos 2 ini kita bisa melihat langsung bibir dari gunung welirang guys beh beh beh manteppp pol lah guys pokok e. Waktu istirahat sudah cukup maka kami melanjutkan perjalanan kami ke pos selanjutnya yaitu pos 3 yang memakan waktu sama juga dari pos 1 ke pos 2 tapi medannya lumayan berat dari medannya sebelumnya guys, bagi orang yg pertama kali mendaki gunung sih kamprettt orang timur 1 ini ternyata cukup tangguh juga guys karena selama perjalanan gua kagak sama sekali mendengar keluhannya malah yg ada mungkin dia begitu menikmati medannya wah wah wah orang timur emang hebat lah pokoknya guys heheheh. Pos 3 pun kami singgahi guys dan di pos 3 ini cukup baguslah utk mendirikan tenda karena agak luas dan cukup datar tanahnya guys, di pos 3 ini kabut mulai tebal menyerang kami namun karena rencananya kami nginap di pos yg selanjutnya maka kami melanjutkan perjalanan guys. Nah disini kami mendapatkan halangan karena saat itu jarak pandang kami tak lebih dari 2 meter guys dan beberapa pohon tumbang dan rumput-rumput yg panjang menghalangi medannya dan kami tak bisa melihat jalannya karena kami terganggu dengan kabut tebal. Disini kami cukup lama berputar-berputar utk mencari jalan guys namun karena kabut tebal tak hilang juga dan hari udah semakin sore maka kami putuskan utk menginap di pos 3 aja dan besok baru melanjutkannya guys, kami pun siap-siap utk mendirikan tenda ditambah lagi cuacanya semakin dingin maka kami semakin cepat-cepat mendirikannya dan langsung beristirahat guys. Hari semakin gelap dan kami siap-siap utk menghidangkan beberapa makanan yg ada utk mengisi kekosongan dan ketiadaan tenaga guys hehehe ya pasti indomie lah guys karena mendaki gunung tak makan indomie kagak afdol begitulah kira-kira guys, setelah makan tanpa berpikir panjang dan lebar maka kami memilih utk langsung tidur utk menyiapkan tenaga utk besok and good night guys,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Waktu menandakan 06:20 burung-burung dengan nyaring beryanyi menggantikan ayam yg di kota utk menandakan kegelapan malam telah pergi dan ketebalan kabut semakin menjadi-jadi guys dan dinginnya pol banget malah air mineral di botol kami serasa berada di frizer. Kami pun bersiap-siap menghidangkan sesuatu utk mengisi tenaga lagi dan menyeduhkan air panas utk melawan kedinginan yg diberikan oleh hutan kepada kami heheheh, setelah sarapan kami keluar mengecek medannya apakah jarak pandang kami masih sama dengan sore kmaren dan teryata guyss masih sama juga dan kami kembali ke tenda dan beristirahat sejenak sambil mengamati keadaan sekitar dan juga tentu saja menikmati suasana pagi hari di hutan yg lebat, begitu hening dan merdu nyanyian burung hutan dan suara-suara hewan misterius lainnya heheheh setelah lama beristirahat dan kabut tak hilang-hilang juga kami pun memutuskan utk balik ke permukaan dan secara perlaha-lahan packing peralatan sembari berdoa mudah-mudahan kabutnya turun dan hilang di telan sinar mentari wkwkwkwk. Barang dan peralatan pun udah di kemas dan di packing semuanya namun kondisinya pun masih sama juga maka kami kembali dengan rencana awal utk balik juga daripada resiko yg kami temui. 

Kami pun turun ke permukaan setelahnya dan ketika kami nyampe ke pos 2 dan ternyata ada yg nginap juga di pos 2, kami pun ber istirahat sejenak dan berbincang-bincang dengan mereka dan ternyata oh ternyata mereka mendapatkan suasana mencekam sewaktu tidur di pos 2 ini guyssss. Mereka bilang bahwa semalam serasa seperti adu nyali karena beberapa kejadian yg tak mengenakan bagi mereka dapatkan guys sewaktu nginap di pos 2 ini, yg nginap di pos 2 emang hanya 1 tenda yg terdiri dari 2 orang sama sepeti kami guys dan mereka bilang bahwa ada hewan yg mengendus-ngendus di samping tenda mereka guys namun karena suasana malam yg gelap mereka memilih utk tidak keluar tenda dan memilih berada di dalamnya sambil bersiaga dengan barang atau alat yg seadanya utk berjaga-jaga bila penyerangan guys katanya. Dan ternyata yg mengendus itu adalah hewan besar karena sewaktu pagi hari ada sisa makanannya guys berupa tulang yg cukup besar menurut mereka itu adalah tulang rusa wah wah wah untung aja mereka semalam memilih berada tetap di dalam tenda dan tdk keluar guys karena jika mereka keluar gua gk bakalan apa yg terjadi selanjutnya kepada mereka guys karena sewaktu kami kemarin melewati pos 2 kami tak ada melihat sisa tulang seperti itu guys kami melihat sisa tulang ini hanya ketika pagi ini aja guys, dan ternyata kejadian mencekam tak hanya sampai di situ guys mereka bilang semalam kurang lebih antara jam 9 dan 10 an ada cahaya yg begitu terang berada tepat di depan tenda mereka guys dimana tenda mereka menghadap ke batu besar itu guys, ketika melihat cahaya yg terang itu mereka tak mendengar suara orang yg lewat guys maka mereka pun tak memberanikan diri utk melihat kondisi di luar tenda dan hanya duduk diam di dalam tenda, dan mereka bertanya kepada kami apakah selain kami ada yg menginap di atas kami pun jawab bahwa yg menginap di atas hanya kami berdua aja maka mereka pun kebingungan lantas cahaya apa itu yg mereka lihat semalaman wih wih wih wih bikin merinding aja tuh dengernya guys. Dari melihat muka dan tinggi rendah suara mereka seperti ketakutan karena kejadian semalam wah wah wah jangan kan berada di posisi mereka gua ketika denger cerita mereka aja udah takut heheheheh, ketika berbincang cukup lama kami bersiap-siap utk turun dan mereka tetap memilih utk melanjutkan pendakian dan guys sewaktu kami bersalaman utk berpisah kami dikagetkan dengan suara hewan buas dan dan ternyata itu adalah macan kumbang guys walah walah walah,,,,,,,,. Suara itu terdengar dari jarak 5 meter dari arah kita, karena panik dan takut kami berempat memilih masuk dahulu ke dalam tenda utk bersiaga jika ada penyerangan. Kami berada di dalam tenda mungkin sekitar 20 menit an karena belum terdengar suara apa-apa di dekat kami maka kita memilih utk keluar sambil bersiaga dengan alat seadanya aja, kemudian 2 orang itu mengurungkan niat mereka utk melanjutkan perjalanan pendakian dan lebih memilih utk mengikuti kami turun ke bawah dan kami pun membantu mereka packing alat-alat mereka agar lebih cepat sembari bersiaga dengan macan kumbang itu. Setelah packing selesai maka kami tanpa menunda-nunda waktu langsung minggat dari pos 2 guys, langkah kaki kami percepat dan menahan suara agar tak diketahui oleh sih dia yg misterius keberadaannya sembari mengamati keadaan sekitar, dan alhadulillah kami sampai di persawahan dan sama sekali gk bertemu sih dia itu guys huh,,,,,perjalanan turun yg menegangkan guys gimana kagak tegang coba bagaimana jika dia nyerang tiba-tiba memikirkannya aja udah males cuk weh,,,,,

Ketika kami tiba di sekitar persawahaan kami pun mengucap syukur begitu dalam terutama bagi gua guys hehehehehe, alhamdulillah ketika turun kagak bertemu dengan sih dia guys huh,,,,karena kami udah merasa nyaman maka kami sempatkan utk berfoto-foto guys hehehehe. Oh iya maaf lupa guys,,, teman kami 2 org tadi itu berasal dari sidoarjo dan probolinggo guys utk nama mereka maaf gua betul-betul lupa, dan pada akhirnya kita sampe di tempat parkiran dan bersiap-siap utk pulang guys,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Wassalam,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Welirang cangar kota batu jatim, 31 januari 2019