Kamis, 07 November 2019

Gunung Buthak gunung rindu

Gunung Buthak




Assalammualaikum dan salam sodara,,, pada kesempatan kali ini aku akan bagiin ceritaku pada waktu ke gunung buthak yang berada di malang kota batu jawa timur sodara,,,,,
Sebenarnya mungkin ini bisa di bilang bukan jadwal libur kuliah sih tapi lebih ke waktu kosong apalagi aku anak teknik, kalian yang kuliahnya jurusan teknik pasti tau lah apa itu waktu kosong hehehe,,,

Jadi kita waktu itu kami berempat kumpulan anak teknik semua pada pengen liburan tapi bingung mau ke mana karena malang terkenal dengan kota destinasi maka wajarlah jika kami bingung mau ke mana maka dari itu kami pilih ke gunung saja,,,,sebelumnya kami planning mau ke gunung arjuna tapi karena minimnya informasi yang kami dapat tentang gunung arjuna maka kami kompak pilihnya ke gunung buthak saja karena lumayan dekat dan informasi Yang kami dapat tentang gunung buthak juga lumayan bagus.

Jumat pagi kami dari kos berangkat ke basecamp gunung buthak dengan fasilitas seadanya aja yang gak spesifik mungkin kaya anak-anak trip pada umumnya atau para pendaki gunung lainnya yang mana semua peralatannya pada lengkap yang udah kaya mau tinggal ke gunung aja dan gak mau turun lagi hehehe,,,

kami pun tiba di basecamp sekitar kurang lebih 30 menit an dan kami berangkatnya memakai motor matic aja, sewaktu di basecamp kami mengecek lagi kelengkapan peralatan kami dan membawa surat-surat persyaratan kalau mau ke gunung dan tak lupa juga pemanasan agar badan dan tubuh tidak kaget dan kaku pada saat nanjak nanti. Kami berempat ini bisa dibilang tim anak stm timika papua karena emang kami berempat satu sekolah smk dulu di salah satu sekolah kejuruan di kota timika papua.

Bagus dan livin adalah bukan anak mapala dan aku sama ilham adalah anak mapala yang pernah merasakan pendidikannya mapala yang mungkin bisa di bilang memiliki pengetahuan yang cukup lah untuk nanjak ke gunung, apalagi sih bagus yang fisiknya biasa-biasa aja dan malah sering habisin waktu kami tapi kami maklumi itu dan untuk sih livin walaupun yang kami anggap biasa-biasa aja padahal livin cukup liar juga malahan aku sama livin sering gantian mikul tas kami di setiap perjalanan kami maklumlah anak papua sih kaki-kaki kasuari yang jika satu kali melangkah udah dapat kilometer hahahaha,,, perjalanan nanjak kami emang cukup memakan waktu tapi bagi kami waktu yang termakan itu biasa aja karena emang kami banyak bercanda di setiap perjalan kami maka dari itu kami tak terlalu memikirkan soal waktu yang terbuang, apalagi sih bagus dan sih livin yang sering melawak dalam perjalanan maka lama perjalanan pun tak terlalu kami rasakan pada saat itu, jika sih bagus yang lawakannya agak absurd bagi aku tapi karena memakai logat timika maka akan tetap lucu juga namun beda lagi kalau sama sih livin mungkin menurut aku ini anak cocok ikut stand up comedy karena bahan lawakannya cukup bikin ngakak apalagi kalau dia cerita tentang mop ( jenis lawakan yang khas dari papua ) pasti gak tahan untuk ngakak abis,,,, sembari bercanda dalam perjalanan kami tak lupa juga memanfaatkan momentum untuk memandang keindahan sekitar gunung yang begitu indah padahal itu baru sekitar lereng gunung belum sampai ke sabana atau puncaknya yang mana tentu saja jauh lebih indah dari pada di bawah.

Dan pada akhirnya kami tiba di sabanah gunung buthak dan pada saat itu kami tiba di sabanah agak sore an, sabanah di gunung buthak lumayan luas dan di sabanah inilah tempat peristirahatan terakhir para penanjak gunung buthak jika mau ke puncaknya, dan di sabanah ini memiliki sumber air yang melimpah dan tentu saja dengan kesegaran yang menakjubkan dan bahkan bisa menghilangkan dahaga dan capek yang begitu hebat, dan kami juga pun siap mendirikan sebuah tenda agar kami cepat ber istirahat di dalam tenda. Karena rasa penasaran kami tentang puncak maka setelah kami selesai mendirikan tenda maka dengan sigap kami langsung otw ke puncak dengan semangat yang menggebu-gebu maklumlah puncak yang pertama bagi kami berempat hehehehe,,,,,

Sewaktu kami tiba di puncak cukup naas lah bagi kami karena yang kami dapat hanya kabut yang tebal dan angin yang kencang di sekitaran puncak wkwkwkwk, tapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa kami tak senang dan bahagia bahkan kami tidak melewatkan hal sekecil pun untuk (kilat)  gifo dan kami betul-betul memanfaatkan apa yang ada untuk tak lupa kilat kami heheheh, walaupun kabut pada saat itu cukup tebal tapi kami tetap senang karena ini adalah puncak pertama kami tapi tetaplah kami juga punya rasa kecewa dengan kondisi pada saat itu hehehe,,,,
Dan ketika sudah merasa cukup dengan apa yang kita lakukan di puncak maka kami memutuskan untuk turun lagi ke sabanah, dan kami pun sampai di sabanah dengan tenda yang sudah berdiri dan tinggal ditiduri saja hehehe.

Hari mulai gelap dan emang pada saat itu juga cuaca di sabanah kurang bagus-bagusnya malahan pada malamnya sekitar jam 9 an itu anginnya kenceng whusss di tambah lagi hujan yang cukup lebat wah wah wah benar-benar naas nih kami berempat wkwkwkw, di tambah lagi airnya ikut masuk ke dalam tenda kami dan dinginnya minta ampun dah waktu itu heleh heleh heleh gak kebayang sumpah susahnya kami waktu itu hahahaha, untuk menghangatkan kami pun berhimpit-himpitan dan aku waktu itu ngebayangin jika ada salah satu dari kami kentut maka apa daya kami pasrah untuk menghirup udara segar itu karena kalau keluar kena badai mending hirup aja bagaikan bunga semerbak hehehehe,,,

Singkat cerita pagi pun datang dan alhamdulillah cuaca juga ikut membaik dan kami juga ikut keluar untuk siap-siap memasak hehehe, saat waktu menunjukan sekitar jam 10 an maka kami pun memutuskan pulang karena cuaca emang kurang bagus, packing telah selesai dan waktunya turun turun turun turun hehehe, ketika turun kami hanya memakan waktu sekitar 2 jam an lah karena cepat kalau turun sih apalagi semangat-semangatnya untuk balik ke kosan hehehehe

Alhamdulillah kami sudah tiba di basecamp dan siap-siap untuk pulang kembali, eitsss sebelum balik ambil dulu ktp yang di titip di pos perizinan lah baru gaskeun kuyyyyyyyy
Akhir cerita wassalamualaikum……..